Rabu, 02 Mei 2012

Ortuku penyemangatku

Setelah sekian lama aku tinggal di ibukota ini aku baru merasakan bahwa hidup dari ortu itu ternyata tidak enak dulu ketika aku tinggal dengan orang tua aku malah memimpikan untuk hidup jauh dari orang tua menurutku hidup jauh dari orang tua itu akan menyenangkan karna tentunya aku akan bebas.Bebas dalam artian aku bisa melakukan hal apa saja yang aku mau tanpa ada orang yang melarang baik negatif maupun positif.Aku mau hidupku seperti burung yang lepas dari sangkar menikmati kehidupan alam yang bebas tanpa ada yang mengatur.Ditahun pertama ketika aku dapatkan kebebasan itu aku masa bodoh dengan kedua orang tuaku telepon jika aku butuh uang mereka selebihnya aku malas nelpon mereka karna menurutku mereka juga begitu telepon gak rutin bisa diitung teleponnya hanya berapa kali dalam sebulan.Ketika itu aku berpikir bahwa ortuku gak peduli dan sayang terhadap diriku,kalo mereka sayang terhadap aku maka tentu mereka akan rajin telepon  aku kadang iri dengan anak  - anak kuliah lainnya yang orang tuanya rutin telepon anaknya,mereka begitu dekatnya dengan ortu mereka,aku?serasa tidak dipedulikan! Dulu ketika aku masih sekolah dasar`aku masih ingat mamaku selalu kasar terhadap aku,salah - salah aku yang disalahin,selalu membela adikku yang nomor 3dia dibanggakan sebegitu rupa,selalu dia yang benar. Dipermalukan didepan anak - anak teman sekelasku karna mamaku seorang guru jadi dia bisa mencubit,bahkan aku pernah dijambak karna kunci rumah hilang,memang aku yang salah tapi bukan itu cara untuk mendisplinkan seorang anak yang ingin menikmati masa kecilnya dengan bermain.Pernah satu kali aku minggat dari rumah ortuku aku pergi kerumah opaku,karna aku sudah muak dengan perlakuan yang dibuat oleh mamaku. tapi papaku selalu berusaha untuk menjadi pendamai tapi lama - kelamaan papaku ikut - ikutan membela mamaku, Jadi,bisa dibayangkan betapa aku menyimpan kebencian yang begitu dalam terhadap mamaku.
Tahun berganti tahun aku menyimpan dendam itu hingga suatu kali ada acara Reatret Encounter di sbuah gereja yang belom begitu terkenal dan maju,aku dimentoring oleh seorang kakak rohani.Pada saat sesi pengampunan aku benar - benar mau merasakan pengampunan sehingga aku begitu terbuka pada kakak rohani tentang hal apa yang membuat aku selama ini seolah - olah tertutup.Disesi ini kakak rohaniku memelukku dan mengatakan bahwa aku harus mengampuni setiap orang yang pernah berbuat salah terhadap mamaku.Aku mau membuka hati dan akhirnya aku mengampuni setiap perlakuan mamaku yang membuat aku kepahitan.Ketika aku pulang kampung aku memeluk dan mencium mamaku dan papaku dan aku katakan aku sudah mengampuni mereka.Aku begitu merindukan mereka sehingga airmataku tertumpah begitu saja ketika aku memeluk mereka.Hubunganku dengan mereka dipulihkan oleh Tuhan.Sampai hari ini jika aku ingat semua hal itu aku hanya bisa mengucap syukur kepada Tuhan karna Tuhan begitu baik terhadap diriku aku menyadari semua yang aku capai hari ini berkat mama dan papaku dan tak terkecuali Tuhan Yesus yang memberikan pengampunan sehingga aku bisa melayani Dia.
Dan sampai hari ini aku tetap merindukan kedua orang tuaku yang selalu mendoakan aku.Aku kangen mereka,rinduku hanya untuk mereka!
Sekarang aku menyadari betapa aku merindukan mereka hubunganku dengan mereka dipulihkan oleh Tuhan komunikasi yang lancar membuat aku selalu ingin bertemu dengan mereka. Aku menyadari orang tuaku begitu kerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup kami,anak - anaknya.Mereka selalu mendukungku disetiap langkah - langkah yang aku mau ambil.Mereka penyemangat hidupku!!
I LOVE YOU PAP DAN MOM

MISS U ALL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar